Blog berbagi ilmu tentang bimbingan dan konseling, pendidikan, tips dan trick, media bk, layanan bk, contoh, pengertian

Minggu, 30 November 2014

HADIR 100%, GAJI 0% (GURU HONORER)

Assalamualaikum wr.wb
Salam maju bersama

Sedikit cerita banyak arti, itulah yang saya petik dari acara kick andy semalam. Yang bertemakan tentang pengabdian seorang guru honorer (Guru Professional) dalam arti sebenarnya.

Hadir 100%, Gaji 0% adalah kata yang dapat mewakili sosok guru yang hadir di Kick Andy kali ini. Salah satunya adalah Asnat Bell. Wanita berusia 44 tahun ini telah mengabdi sebagai guru honorer selama hampir 12 tahun di kawasan terpencil Nusa Tenggara Timur.

HADIR 100%, GAJI 0% (GURU HONORER)
Sumber Kick Andy
Asnat bell mulai mengajar sejak lulus SMA di tahun 2002. Dengan niat mulia, Asnat hadir tujuh jam sehari, sepanjang bulan dan sepanjang tahun demi murid-muridnya. Ironisnya perjuangannya dalam mengajar sama sekali tidak sebanding dengan gaji yang diterimanya sebagai guru honorer. Namun ia tidak mengeluh dan menyesali nasibnya. Asnat hanya ingin anak-anak dipedalaman Nusa Tenggara Timur juga bisa mengenyam pendidikan seperti anak-anak lainnya.

Di kaki gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat ada Pak guru Firmansyah yang sudah 9 tahun mengabdi sebagai guru sukarela. Pengabdian dan perjuangannya juga luar biasa. Firman memilih untuk tetap mengajar dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana serta kesejahteraan yang jauh dari kata layak.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ayah 2 anak ini tidak bisa hanya mengandalkan penghasilannya. Untuk itu ia rela bekerja serabutan untuk menyambung hidup seperti membuka bengkel hingga menjadi supir dan pengangkut kayu. Statusnya yang hanya guru sukarela tidak membuat dirinya putus asa yang terpenting adalah selalu memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya.

Ibu guru yang satu ini, Ai Dewi adalah sosok yang tidak kenal lelah dalam memberikan pendidikan bagi masyarakat baduy yang tinggal di kampung Cicakal, Banten. Sempat ditolak berkali-kali dan bahkan diusir karena dianggap menodai adat istiadat setempat. Namun tidak menyurutkan semangatnya untuk berkeliling mengajar di 60 kampung dan menempuh jarak puluhan kilometer tanpa dibayar.

Tahun 2006, perjuangannya mulai diakui, ia pun mendapat honor mengajar sebagai guru honorer di madrasah ibtidaiyah sebesar lima ratus lima puluh ribu rupiah. Namun uang ini kemudian ia gunakan untuk operasional pendidikan non formal.

22 tahun sudah, ibu tiga anak ini mengabdi sebagai guru honorer. Saat ini selain mengajar di sekolah formal, ia juga memberikan pendidikan non formal bagi warga baduy. Ai bertekad memberantas buta huruf pada orang tua dan anak-anak putus sekolah yang belum pernah tersentuh pendidikan. Bagi Ai mengajar adalah pengabdian yang akan terus ia jalani sampai kapanpun.

Semoga kisah tersebut dapat menggugah hati kecil kita untuk tetap semangat mendidik dan memberikan ilmu yang terbaik untuk siswa-siswi kita.

Sumber : kick andy

Wassalamualaikum wr.wb

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : HADIR 100%, GAJI 0% (GURU HONORER)

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika ada pertanyaan tentang seputar artikel yang dibaca silahkan anda bertanya dan berkomentar disini