Blog berbagi ilmu tentang bimbingan dan konseling, pendidikan, tips dan trick, media bk, layanan bk, contoh, pengertian

Rabu, 17 Desember 2014

GURU DIVONIS 3 BULAN GARA-GARA MELERAI SISWA

Assalamualaikum wr.wb
Salam maju bersama

Silahkan simak kronoligisnya kejadian tersebut bisa menjadi bomerang seorang guru/ pendidik. Hendaknya cerita ini bisa menjadi hikmah kita sebagai pendidik.

Bermaksud melerai siswanya yang bertengkar Saul Krisdiyono guru SMP GIKI 1 Surabaya malah dinyatakan bersalah memukul siswanya Firdaus Arny Rullah, Guru fisika ini pun dijatuhi hukuman tiga bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, selasa (16/12) siang.

Perkara ini bermula saat Saul melerai Firdaus yang berselisih dengan temannya Dysan Andika Ihsan Nugraha. Namun majelis hakim menilai bahwa terdakwa Saul terbukti melanggar Pasal 50 Ayat I UU 23/2002 tentang perlindungan Anak.

"Ketika melerai itu lah, terdakwa menampar wajah korban hingga berdarah. Ini dikuatkan dengan hasil visum yang dikeluarkan oleh dr. Budi Rahardjo." kata ketua majelis hakim Tahsin saat membacakan amar putusn.

GURU DIVONIS 3 BULAN GARA-GARA MELERAI SISWA
Sumber google
Selain hukuman penjara selama tiga bulan, majelis juga menjatuhkan denda kepada terdakwa. "Menghukum terdakwa Saul Krisdiono  dengan hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp. 40 juta. Apabila tidak dibayar, diganti dengan hukuman penjara selama satu bulan." tegas Tahsin.

Mendengar putusan ini, Saul terlihat lemas. Dia belum bisa mengambil sikap, apakah menerima atau bakal menempuh banding.

Demikian halnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kusbiyantoro Jaksa dari Kejari Surabaya ini juga menyatakan pikir-pikir atas vonis itu.

Sebelumnya, Jaksa Kusbiyantoro menuntut Saul dengan hukuman penjara selama tujuh bulan. Artinya, vonis tiga bulan belum sampai setengah dari tuntutan jaksa, " Kami pikir-pikir." jawab Kusbiyantoro.

Proses hukuman terhadap perkara penganiayaan ini sangat panjang. Lebih dari setahun. 'Saya melapor ke Polrestabes pada 5 Oktober 2013. Benar-benar melelahkan proses hukum ini.' keluh Faruk, ayah dari Firdaus usai sidang.

Diceritakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 3 oktober 2013. Mulanya, Firdaus Arny Rulilah dan Dysam Andika Ihsan Nugraha, murid kelas 7A SMP Giki, terlibat perkelahian. Terdakwa, kemudian melerai pertengkaran dua siswa itu. Saat melerai ini lah terjadi pemukulan hingga mengkibatkan pendarahan pada hidung korban.

Tidak terima melihat anaknya dipukul gurunya, Faruk kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Sawahan. Kemudian perkara diteruskan ke Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polrestabes Surabaya.

Setidaknya kita dapat berkaca dari sedikit cerita ini, bahwa hendaknya guru harus mempunyai kesabaran lebih.

sumber : harian surya
Wassalamualaikum wr.wb

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : GURU DIVONIS 3 BULAN GARA-GARA MELERAI SISWA

5 komentar:

  1. selamat dah pada guru kejam Saul Krisdiono, dihukum 3 bulan dan denada 40 jt subsider 1 bulan, harusnya lebih berat dihukum 1 th , supaya buat percontohan jangan suka main pencak silat pada murudnya dan main tinju

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari PERSATUAN GURU INDONESIA , JAKARTA

      Hapus
    2. GURU BODOH ITU JIKA MAIN PUKUL MURIDNYA, DIA TIDAK BISA LOLOS KARENA ADA VISUM ET REPRETUM DARI DOKTER, DAN ALAT BUKTI SAKSI KORBAN DAN TEMAN TEMANNYA, SEHINGGA 2 ALAT BUKTI ITU CUKUP MENYERET GURU KEJAM ITU MASUK PENJARA, MAU APALAGI, WALAUPUN BANDING MAUPUN KASASI, BISA-BISA KENA HUKUM LEBIH LAMA LAGI (DIPERBERAT) , ITU PERINTAH UU PERLINDUNGAN ANAK HUKUMAN HARUS DIPERBERAT, SEDANGKAN HAKIM PN. SURABAYA TIDAK MELAKSANAKAN, TUGAS HAKIM ADALAH MENERAPKAN HUKUM DENGAN BENAR, KALAU SAYA KASIH TAHU BEGINI ANDA SAUL KRISDIONO TIDAK NEGERTI MAKA OTAK UDANG ANDA, ATAU JANGAN JANGAN ANDA KELEDAI DARI PROF. GAGUK.SH.MH

      Hapus
  2. Surabaya (beritajatim.com) - Saul Krisdiono, Guru SMP Giki 1 akhirnya dihukum tiga bulan oleh majelis hakim yang diketuai Tahsin, oleh hakim, Saul dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan terhadap Firdaus Amy Rulloh.

    Dalam putusan disebutkan bahwa Saul dinyatakan terbukti melanggar pasal 80 ayat 1 Undang-Undang RI Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Hakim juga menyebut jika kekerasan yang dilakukan terdakwa terjadi saat melerai pertengkaran antara saksi korban Firdaus dan saksi Disang.

    "Saat melerai itulah, terdakwa menamparkan tangannya ke arah muka korban hingga berdarah. Dan ini dikuatkan dengan hasil visum yang dikeluarkan oleh dr Budi Rahardjo," ucap Hakim Tahsin.

    Selain itu, majelis hakim tidak sependapat dengan keterangan saksi adhecarge atau saksi yang meringankan terdakwa. Dan juga menolak pembelaan yang diajukan oleh terdakwa Saul dan Penasehat hukumnya.

    "Hakim menilai keterangan saksi yang meringankan terdakwa haruslah dikesampingkan, termasuk juga dengan pembelaan yang diajukan oleh terdakwa dan penasehat hukumnya juga harus dikesampingkan karena dari saksi saksi fakta yang dihadirkan JPU sudah dapat dibuktikan terdakwa melakukan kekerasan pada saksi korban Firdaus," terang Hakim Tahsin saat membacakan pertimbangan hukum pada amar putusannya.

    Dalam pertimbangan majelis hakim, hal yang memberatkan dalam hukuman ini dikarenakan terdakwa Saul Krisdiono dianggap berbelit-belit dan tidak menyesali perbuatannya. Sedang hal yang meringankan terdakwa dianggap tidak pernah menjalani hukuman dan terdakwa masih dibutuhkan oleh sekolah untuk mengajar sebagai guru bidang study Fisika.

    Dijelaskan Hakim Tahsin, hukuman yang dijatuhkan terdakwa Saul merupakan hukuman pidana komulasi dengan denda. Dan bila denda tersebut tidak dibayar, maka dapat diganti dengan pidana kurungan.

    "Menghukum terdakwa Saul Krisdiono dengan hukuman 3 bulan penjara dan denda sebesar Rp 40 juta dengan subsidair 1 bulan kurungan," ucap hakim Tahsin yang diakhiri dengan ketukan palunya.

    Usai putusan, terdakwa Saul terlihat lemas. Ia tak dapat menentukan sikap atas putusan ini, apakah mau menerima atau melakukan upaya hukum banding.

    Hal serupa juga dikatakan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kusbiyantoro. Jaksa yang bertugas di bagian intel Kejari Surabaya ini menyatakan pikir-pikir.

    Vonis ini lebih rendah dari tuntutan JPU Kusbiyantoro yang sebelumnya menjatuhkan tuntutan 7 bulan penjara. [uci/but]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pecat saja guru penganiaya murid, sekolah bodoh yang memperkerjakan guru Saul Krisdiono

      Hapus

Jika ada pertanyaan tentang seputar artikel yang dibaca silahkan anda bertanya dan berkomentar disini