Blog berbagi ilmu tentang bimbingan dan konseling, pendidikan, tips dan trick, media bk, layanan bk, contoh, pengertian

Senin, 24 November 2014

PERJUANGAN TANPA BATAS (MENJADI GURU SM-3T)


Nama : Syamsul Hadi, Spd.
Desa/Kota Asal : Bulung Cangkring/ Kudus, Jawa Tengah
Umur : 23 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Progdi : BK (Bimbingan dan Konseling)
Perguruan Tinggi : UMK (Universitas Muria Kudus)
LPTK SM-3T : UNNES (Universitas Negeri Semarang)



Assalammualaikum Wr.Wb.
Salam maju bersama

PERJUANGAN TANPA BATASSaya adalah salah satu orang dari ribuan orang yang mengabdikan diri sebagai salah satu peserta SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang tersebar diseluruh Indonesia. Ada banyak cerita tentang pengabdian saya selama setahun mengabdi di daerah tersebut. Beruntung saya di tempatkan di Ende, NTT. Kota yang dikenal bersejarah, karena Presiden pertama RI (Ir. Soekarno) pernah diasingkan oleh Belanda yang bertempat di rumah yang berada di Jl Perwira, Ende, NTT ini adalah rumah pengasingan sang proklamator sedari tahun 1934 sampai pada 1938. selama masa penjajahan, di Kota inilah Beliau merenungkan isi Pancasila, yang sampai sekarang kita gunakan sebagai Dasar Negara Indonesia.

Saat pertama kali menginjak tanah NTT, yang pertama terasa adalah udara yang panas, dengan ragam masyarakat yang punya kebudayaan keras dan kasar. Namun warga NTT sangat ramah dalam menyambut kami. Saya di tempatkan di Kecamatan Kotabaru, di Desa Kotabaru, Kecamatan terjauh dari Kota Ende, walaupun saya dekat dengan Kecamatan, namun keadaannya serba kekurangan, sesuai dengan Tema di daerah 3T. Kondisi jalan yang longsor sudah terbiasa kami lewati, dan menyebrang sungai, menjadi kebiasaan saya. Masyarakat yang terkenal paling keras di Kota Ende, dengan kondisi desa yang berjauhan dan medan yang naik turun, karena di daerah bukit dan pantai utara. Dengan mayoritas masyarakat pedesaan 90% beragama Katolik, sehingga saya sebagai muslim harus berjuang ke masjid dengan jarak 13 KM. Itupun yang terdekat dari Desa Kotabaru. 

Saya mendidik di SMPN 2 Maurole, dengan menjadi Guru BK dan TIK, selama saya mendidik banyak kendala yang saya rasakan, mulai dari sarana dan prasana yang kurang. Setiap pagi sampai sore saya berjalan dari tempat tinggal sementara saya ke sekolah dengan jarak 500 M. Dengan alat dan media pembelajaran yang bisa memanfaatkan semua dari alam yang sudah tersedia. Ironis memang, dengan semangat anak pedesaan yang tinggi dan antusias dalam belajar, dan bisa dilihat dari jauhnya jarak 2-4 KM tidak menjadi halangan mereka dalam memperoleh ilmu di sekolah. Dengan segala keterbatasan dan tetesan keringat mereka yang setiap saat mengalir, karena kondisi cuaca yang terkenal panas, mereka tetap antusias. 

PERJUANGAN TANPA BATAS (MENJADI GURU SM-3T)
Ini adalah salah satu Bimbingan Kelompok yang saya lakukan dengan memanfaatkan alam sekitar, karena terbatasnya ruang kelas. Terbatasnya sumber informasi, membuat anak-anak di pedesaan serba kekurangan pengetahuan. Dengan adanya bimbingan kelompok yang saya laksanakan, saya berharap mereka mendapat informasi yang bermanfaat untuk pengetahuan mereka kelak dewasa. Dengan semangat cinta tanah air, saya mengabdi di daerah 3T ini, dan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mencerdaskan anak-anak yang jauh dari fasilatas lengkap.

Alam yang sangat indah membuat Kota Ende mempunyai potensi dari sektor pariwisata yang cukup menjanjikan dan perlu campur tangan pemerintah dalam mengembangkan dan memperkenalkannya kepada dunia. antara lain objek wisata yang bisa dikunjungi adalah Danau Kelimutu yang mempunyai 3 kawah dan berubah-ubah warna. Banyak pantai yang indah dan potensi keindahan karang yang mempesona.
Demikian sedikt cerita pengabdian saya selama kurang lebih satu tahun di Ende.

Wassalammualaikum Wr. Wb.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : PERJUANGAN TANPA BATAS (MENJADI GURU SM-3T)

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika ada pertanyaan tentang seputar artikel yang dibaca silahkan anda bertanya dan berkomentar disini