Blog berbagi ilmu tentang bimbingan dan konseling, pendidikan, tips dan trick, media bk, layanan bk, contoh, pengertian

Senin, 28 Oktober 2013

KEMANDIRIAN BELAJAR


A. KEMANDIRIAN

Seseorang mungkin akan sudah menganggap bahwa dirinya sudah mandiri dalam segala hal, namun beberapa orang juga masih ragu akan kemandirian yang sudah terdapat dalam dirinya. Mandiri adalah tidak menggantukan tanggung jawab kita kepada orang lain.
Kemandirian berarti dapat berdiri sendiri, tanpa tanpa bergantung pada orang lain (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1989: 555)
     Menurut Mungin Eddy Wibowo(1992: 69), kemandirian diartikan sebagai tingkat perkembangan seseorang dimana ia mampu berdiri sendiri dan mengandalkan kemampuan dirinya sendiri dalam melakukan berbagai kegiatan dan menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi.
      Purwodarminto dalam (Eri Erawati 1992: 555), kemandirian diartikan hal atau keadaan yang dapat berdiri sendiri tanpa tergantung pada orang lain.
       Sedangkan menurut Sukadji dalam (Eri Erawati 1986: 19) yang dimaksud kemandirian adalah mampu mengatur diri sendiri sesuai dengan hak-hak dan kewajiban yang dimiliki; mampu menentukan nasib sendiri; tidak tergantung pada orang lain sampai batas kemampuannya; mampu bertanggung jawab atas keputusan, tindakan dan perasaannya sendiri.
      Dari keterangan di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa kemandirian adalah sikap seseorang yang tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain, dan sudah merasa yakin dengan kemampuan yang dimiliki, sehingga dapat mengembangkan kemampuannya sebagai penunjang dalam kehidupan sehari-hari.

B. BELAJAR

       Belajar adalah suatu kata yang sudah akrab dengan semua lapisan masyarakat, bagi pelajar atau siswa kata “belajar” merupakan kata yang tidak asing. Bahkan sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan mereka dalam menuntut ilmu di lembaga pendidikan formal.

       Menurut Slameto, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi individu dengan lingkungannya. Sedangkan Moeslichatoen mengemukakan bahwa belajar dapat diartikan sebagai proses yang memuat terjadinya proses belajar dan perubahan itu sendidri dihasilakan dari usaha dalam proses belajar. (Abdul Hadis, 2008:60).

       Sedangkan Hilgrd & Blower ( dalam Hamalik, 2004 : 45 ) mengatakan belajar adalah perubahan dalam perbuatan melalui aktivitas , praktek dan pengalaman.
Dalam belajar terdapat hal – hal pokok sebagai berikut :
a. Bahwa belajar itu membawa perubahan ( dalam arti behaviorel changes, aktual maupun potensial )
b. Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkan kecakapan baru.
c. Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha (dengan sengaja) (Suryabrata,2001: 232).

        Berdasarkan pendapat para ahli datas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan didalam diri seseorang yang disengaja dan terarah untuk menuju pada suatu tujuan kepribadian yang lebih utuh dan tangguh. Dalam dunia pendidikan, belajar merupakan proses siswa yang tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dan sebagainya. Dengan demikian belajar dalam penelitian adalah unsur yang terkait dengan kemandirian, belajar yang dimaksud adalah belajar yang mandir, yang dapat menjadikan siswa mampu belajar secara mandiri.

C. KEMANDIRIAN BELAJAR
      
      Setiap siswa memiliki gaya dan tipe belajar yang berbeda dengan teman-temannya, hal ini disebabkan karena siswa memiliki potensi yang berbeda dengan orang lain. Menurut Hendra Surya (2003:114), Belajar mandiri adalah proses menggerakan kekuatan atau dorongan dari dalam diri individu yang belajar untuk menggerakan potensi dirinya mempelajari objek belajar tanpa ada tekanan atau pengaruh asing di luar dirinya. Dengan demikian belajar mandiri lebih mengarah pada pembentukan kemandirian dalam cara-cara belajar.
      Dari pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar adalah aktivitas belajar yang didorong oleh kemauan sendiri, pilihan sendiri dan tanggung jawab sendiri tanpa bantuan orang lain serta mampu mempertanggung jawabkan tindakannya. Siswa dikatakan telah mampu belajar secara mandiri apabila ia telah mampu melakukan tugas belajar tanpa ketergantungan dengan orang lain.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemandirian

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian pada remaja menurut Masrun, (1986:4) yaitu:
a. Usia.
Pengaruh dari orang lain akan berkurang secara perlahan-lahan pada saat anak menginjak usia lebih tinggi. Pada usia remaja mereka lebih berorientasi internal, karena percaya bahwa peristiwa-peristiwa dalam hidupnya ditentukan oleh tindakannya sendiri. Anak-anak akan lebih tergantung pada orang tuanya, tetapi ketergantungan itu lambat laun akan berkurang sesuai dengan bertambahnya usia.
b. Jenis kelamin.
Keinginan untuk berdiri sendiri dan mewujudkan dirinya sendiri merupakan kecenderungan yang ada pada setiap remaja. Perbedaan sifatsifat yang dimiliki oleh pria dan wanita disebabkan oleh perbedaan pribadi individu yang diberikan pada anak pria dan wanita. Dan perbedaan jasmani yang menyolok antara pria dan wanita secara psikis menyebabkan orang beranggapan bahwa perbedaan kemandirian antara pria dan wanita.
c. Konsep diri.
Konsep diri yang positif mendukung adanya perasaan yang kompeten pada individu untuk menentukan langkah yang diambil. Bagaimana individu tersebut memandang dan menilai keseluruhan dirinya atau menentukan sejauh mana pribadi individualnya. Mereka yang mmandang dan menilai dirinya mampu, cenderung memiliki kemandirian dan sebaliknya mereka yang memandang dan menilai dirinya sendiri kurang atau cenderung menggantungkan dirinya pada orang lain.
d. Pendidikan.
Semakin bertambahnya pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang, kemungkinan untuk mencoba sesuatu baru semakin besar, sehingga orang akan lebih kreatif dan memiliki kemampuan. Dengan belajar seseorang dapat mewujudkan dirinya sendiri sehingga orang memiliki keinginan sesuatu secara tepat tanpa tergantung dengan orang lain.
e. Keluarga.
Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam melatarkan dasar-dasar kepribadian seorang anak, demikian pula dalam pembentukan kemandirian pada diri seseorang.
f. Interaksisosial.
Kemampuan remaja dalam berinteraksi dengan lingkungan social serta mampu melakukan penyesuaian diri dengan baik akan mendukung perilaku remaja yang bertanggung jawab, mempunyai perasaan aman dan mampu menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi dengan baik tidak mudah menyerah akan mendukung untuk berperilaku mandiri.
Dari uraian tersebut  maka dapat disimpulkan bahwa dalam mencapai kemandirian seseorang tidak dapat terlepas dari faktor-faktor yang mendasari terbentuknya kemandirian itu sendiri. faktor-faktor ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan yang selanjutnya akan menentukan seberapa jauh seorang individu bersikap dan berpikir cara mandiri dalam menjalani kehidupan lebih lanjut
- See more at: http://tetap-belajar.blogspot.com/2013/09/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_1.html#sthash.kIjA2bhg.dpuf

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemandirian

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian pada remaja menurut Masrun, (1986:4) yaitu:
a. Usia.
Pengaruh dari orang lain akan berkurang secara perlahan-lahan pada saat anak menginjak usia lebih tinggi. Pada usia remaja mereka lebih berorientasi internal, karena percaya bahwa peristiwa-peristiwa dalam hidupnya ditentukan oleh tindakannya sendiri. Anak-anak akan lebih tergantung pada orang tuanya, tetapi ketergantungan itu lambat laun akan berkurang sesuai dengan bertambahnya usia.
b. Jenis kelamin.
Keinginan untuk berdiri sendiri dan mewujudkan dirinya sendiri merupakan kecenderungan yang ada pada setiap remaja. Perbedaan sifatsifat yang dimiliki oleh pria dan wanita disebabkan oleh perbedaan pribadi individu yang diberikan pada anak pria dan wanita. Dan perbedaan jasmani yang menyolok antara pria dan wanita secara psikis menyebabkan orang beranggapan bahwa perbedaan kemandirian antara pria dan wanita.
c. Konsep diri.
Konsep diri yang positif mendukung adanya perasaan yang kompeten pada individu untuk menentukan langkah yang diambil. Bagaimana individu tersebut memandang dan menilai keseluruhan dirinya atau menentukan sejauh mana pribadi individualnya. Mereka yang mmandang dan menilai dirinya mampu, cenderung memiliki kemandirian dan sebaliknya mereka yang memandang dan menilai dirinya sendiri kurang atau cenderung menggantungkan dirinya pada orang lain.
d. Pendidikan.
Semakin bertambahnya pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang, kemungkinan untuk mencoba sesuatu baru semakin besar, sehingga orang akan lebih kreatif dan memiliki kemampuan. Dengan belajar seseorang dapat mewujudkan dirinya sendiri sehingga orang memiliki keinginan sesuatu secara tepat tanpa tergantung dengan orang lain.
e. Keluarga.
Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam melatarkan dasar-dasar kepribadian seorang anak, demikian pula dalam pembentukan kemandirian pada diri seseorang.
f. Interaksisosial.
Kemampuan remaja dalam berinteraksi dengan lingkungan social serta mampu melakukan penyesuaian diri dengan baik akan mendukung perilaku remaja yang bertanggung jawab, mempunyai perasaan aman dan mampu menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi dengan baik tidak mudah menyerah akan mendukung untuk berperilaku mandiri.
Dari uraian tersebut  maka dapat disimpulkan bahwa dalam mencapai kemandirian seseorang tidak dapat terlepas dari faktor-faktor yang mendasari terbentuknya kemandirian itu sendiri. faktor-faktor ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan yang selanjutnya akan menentukan seberapa jauh seorang individu bersikap dan berpikir cara mandiri dalam menjalani kehidupan lebih lanjut
- See more at: http://tetap-belajar.blogspot.com/2013/09/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_1.html#sthash.kIjA2bhg.dpuf

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : KEMANDIRIAN BELAJAR

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika ada pertanyaan tentang seputar artikel yang dibaca silahkan anda bertanya dan berkomentar disini